Paket liburan 3 MALAM 4 HARI DI BALI

Paket ekonomis Rp. 1.800.000 / pax (minimal 5 Pax)
Wisata di Bali selama 4 hari merukapan waktu yang cukup untuk menghabiskan liburan Anda. Sekarang Anda tidak perlu berpikir lagi sibuk di hotel, wisata atau memilih dari biaya makan selama liburan di Bali, kami memiliki paket liburan 4 hari 3 malam yang dapat mengatasi permasalan selama liburan di Bali. Jadwal tour: * Hari 01 Tiba di Bali Airport transfer ke hotel, acara bebas. * Hari 02 Breakfast di Hotel, Kintamani Tour: At 08:30 mulai lobby hotel ke Batubulan menonton Tarian Barong, Galuh batik, Celuk silver, dengan panorama Gunung Kintamani dan Danau Batur, makan siang di restoran lokal, Tampaksiring, Sukawati pasar seni, hotel dan menikmati istirahat dimana memilih menu makan malam mereka sendiri. (Halal) * Hari 03 Breakfast di Hotel, Bedugul Tour: At 09:00 langsung menuju Bedugul Resort (City, Danau Beratan, Pura Ulundanu, Pasar Buah), makan siang di Restoran lokasi, Alas Kedaton (Monkey Forest), Tanah Lot matahari terbenam hingga selesai, hotel pijat seluruh tubuh selama 1 jam , istirahat sejenak sambil menikmati makan malam di mana Anda dapat memilih menu sendiri. (Halal) Hari 04 Sarapan di hotel, acara bebas untuk Check out dari hotel jam 12:00 dan transfer ke Bandara. Fasilitas yang dapat di: Menginap 3 malam di Hotel termasuk makan pagi setiap hari, 1 kamar (2 org) 2 X transfer (Airport - Hotel - Bandara) 2 X Full Day Tour termasuk: Tiket masuk dan donasi, makan malam, dan Panduan Driver, AC Mobil (APV, Avanza, Xenia) terbaru. Fasilitas Hotel: Standar kamar dengan desain interior dalam campuran yang lengkap dengan AC, Kulkas, TV, air panas dan kolam renang.
Catatan: Tidak termasuk tiket asli kota Komuter - Bali - asli kota.
Contact Person: Amelia Dina mobile 081.558.942.339/081805306381 Email: io_kuta_dina@yahoo.co.id

Saturday, February 7, 2009

Tampak siring






















ISTANA TAMPAKSIRING

Istana Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata
bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya.
Namun demikian, ia dapat juga tertangkap oleh para pengejarnya. Sebelumnya, ia dengan sisa kesaktiannya berhasil menciptakan mata air yang beracun yang menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun itu yang kemudian bernama "Tirta Empul" ("air suci"). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itu terkenal dengan nama Tampaksiring.
Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.
Arsiteknya adalah
R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 meter persegi dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 meter persegi dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.

No comments:

Post a Comment